Charity Game 2018 menjadi panggung untuk sejumlah
kiper dengan aksi gemilangnya berbanding
lurus dengan pencapaian team nya inilah 4 kiper terbaik selama babak penyisihan
hingga match day pertama babak big four.
Nama
pertama
adalah Yudi Neymar ” Saputra meski tak mampu membawa timnya GB 86 lolos babak
Final Four namun berkat penampilannya yang apik ayahanda dari el sharawy ini
direkrut GB United dibabak Final Four.
Perjalanan nya cukup menarik diplot bukan sebagai
penjaga gawang dan baru turun di pertandingan kedua penampilannya langsung
memberikan perbedaan, yaa neymar tampil setelah dua penjaga gawang GB86 Arief
Ciusan dan Bahri tak bisa bertanding dikarenakan terbentur pekerjaan.
Tampil 2 kali dibabak penyisihan dan 1 kali
dibabak Final Four Team yg dibelanya belum pernah merasakan dia juga baru
sekali memungut bola dari jalanya oleh sang top skor sementara Kim Alee dari
Phoenix FC
selanjutnya suami
dari Deby ini mencatatkan cleansheet.
Saya sudah sering melihat dia kiper walaupun
posisinya reguler namun penampilannya di CG 18 ini membuat saya cukup terkejut,
bisa saja dia menggeser penjaga gawang Utama Dian Pratama, kita lihat saja
nanti ujar Coach HP.
Nama
Kedua
adalah Ardi Wijaya Penjaga Gawang CV BA, penjaga gawang satu ini juga hampir
mirip dengan neymar yg bisa bermain sebagai striker namun prosentasenya memang
jam terbang ardi lebih unggul.
Ardi boleh saja kebobolan 3 goal dibabak
penyisihan namun itu bukan jadi tolak ukur utama sejumlah penyelamatan gemilang
dilakukannya hampir disetiap pertandingan dan perlu dicatat sebenarnya dia
tidak dalam kondisi fit akibat cidera yg dialaminya.
Penampilan terbaiknya jelas dapat dilihat dibabak
Final four Matchday 1 ketika CV BA bermain imbang 0 – 0 melawan GB United, aksi
heroiknya membuat para pemain GB United gigit jari sejumlah peluang emas mampu
dipatahkannya.
Nama
Ketiga
adalah portiere Farmasi Wahyu Putro Utomo, meski memiliki Tubuh yang tak
terlalu ideal sebagai penjaga gawang namun reaksi dan reading the ball nya bisa
dikatakan yang terbaik di turnamen kali ini.
Tidak saja mematahkan 2 pinalti krusial ketika
menghadapi BI dan saat bersua RCIL namun
petikan petikan bolanya diudara acap kali membuat kagum penonton dan membuat
tak jarang mendapat standing ovation.
Berkat penampilan dingginnya Farmasi digadang
gadang akan bersaing ketat dengan PT KAI untuk dapat merengkut gelar juara.
Nama
Terakir
adalah Rizki GK dari PT KAI Divre IV Tanjung Karang, memiliki tubuh yg cukup
ideal Rizki benar benar menjadi batu karang bagi team team yg bersua dengan PT
KAI di Charity Game 2018 tahun ini.
Hingga 4
pertandingan yang dilalui Si Uler Besi tak satupun kebobolan, tanpa mengurangi
kerja keras pemain belakang PT KAI seperti Sapta, Anggi, Ujang maupun Dani
Umbara namun tak berlebihan rasanya jika Rizki saat ini mempunyai kans terbesar
tampil sebagai GK terbaik di CG 18.
Duet Maut CV BA ade setiawan – hendri tak bisa
berbuat banyak ketika jumpa KAI begitu juga Farmasi yang sudah dua kali bertemu
dengan KAI masih nir goal bahkan ketika striker utama Farmasi Dedi Komara
sekalipun sudah diturunkan dibabak Final Four.
So, siapakah dari mereka yang akan menjadi yang
terbaik, kita lihat saja di akhir pagelaran yang jelas kita akan masih
disuguhkan penampilan hebat para penjaga gawang ini hingga 2 minggu
kedepan.




