Wahyu Bastiar adalah tipikal pemain yang aneh banyak
yang menganggapnya biasa saja, ada sebagian bahkan mengecilkan perannya.
Padahal, peran sentralnya di lapangan tengah membuatnya sebagai pengatur dan
jendral lini tengah tidak tergantikan.
Ini yang terjadi dalam perdebatan panjang perihal kemampuan Wahyu
Bastiar, gelandang flamboyan milik GB UNITED FC. Selama bermain untuk klub
selalu menjadi pilihan utama untuk mengisi lini tengah, akan tetapi seolah
hilang dari pemberitaan dan liputan media.
Ini jelas menggambarkan tentang dirinya yang memang berniat jauh dari sorotan, lepas dari keramaian. Di lapangan pun begitu, posisi bermainnya sangat jauh dari ingar-bingar gol serta assist apalagi predikat pemain terbaik. Namun ia sukses membuat para pemain lain mengakui kinerja dan kerja kerasnya, dengan menyabet GB PLAYER OF THE MONTH bulan Juni 2018.
Secara garis besar, dia tampak seperti veteran dengan atau tanpa bola,
dengan bola dia membuat apa yang sulit terlihat mudah, dia mengalirkan bola
dengan satu atau dua sentuhan, dia selalu berada di tempat yang tepat untuk
mengintersep bola dan berlari seperlunya hanya untuk me-recovery jika
kehilangan bola. Ujar @munandar46
“Saya tahu, untuk menjadi starter, saya takkan bisa mengambil tempat
milik Wahyu (di lini tengah). Sangat tidak mungkin. Ia sangat amat bagus, ia
sangat sempurna,” ujar Nanda Renaldi
“Saya sebetulnya tak masalah saat menjadi pemain di lini tengah, namun
tak mudah menggantikan Wahyu, karena itu adalah pekerjaan yang tak mungkin.
Namun saya mencoba berkontribusi dengan kualitas yang saya miliki,” ungkapnya Sidiq
Ananth pemain muda GB UNITED FC
Untuk melihat pentingnya gelandang tersebut dan membandingkannya dengan
gelandang lain, salah satu alasan adalah dia sangat cepat dalam mengubah titik
serangan dari sisi ke sisi, berperan sebagai pivot, memantul umpan dari kiri ke
kanan atau sebaliknya.
Hal lain yang membuat Wahyu istimewa adalah
kemampuannya memanipulasi lawan sekaligus membaca pergerakan rekannya
tersendiri. Body shape
(bentuk dan gerak tubuh) saat mengalirkan bola memang sulit ditebak bagi mereka
yang awam. Ia bisa saja hendak mengoper ke bagian kanan namun setelah ia
berhasil memanipulasi lawan dan kawannya sudah bergerak ke kanan, ia secara
sengaja melakukan pausa
(berhenti sebentar) dan akhirnya melepaskan bola ke arah tengah.
Terkadang, hal-hal seperti ini lah yang
membuat tim bisa tetap menyerang dan mengalirkan bola ke depan secara cepat
meski lawannya membuat dua lapis barikade pertahanan di arenya sendiri. Bahkan
kemampuan ini juga ditunjang dengan keahliannya melakukan passing yang bisa
menghentikan pergerakan lawan dan bola sampai di kaki rekan satu timnya.
Satu lagi gerak tubuh khas Wahyu lainnya
adalah melakukan stepover untuk melawati hadangan lawan. Yang kemudian
mematikan pergerakan lawan dan memberikan umpan akurat kepada pemain yang sudah
berada dalam posisi yang ideal.
Seiring dengan bertambahnya usia, permainan Wahyu pun semakin matang dan
mampu beradaptasi dengan gaya main apapun yang diinginkan. Selain itu, ada satu
tugas lainnya yang wajib ia penuhi, menjadi mentor bagi pemain muda yang kelak
akan menjadi penggantinya di masa depan.

