Jadwal Pertandingan

Selamat Datang di Halaman Resmi GB United Football Club

Jumat, 10 Januari 2014

Lebih dekat dengan HERU PURWOKO antara Bola, Bola dan Bola



Sindo post – untuk kalangan sepakbola dan futsal Bandar lampung hampir tidak ada yang tidak mengenal pria satu ini, pria tambun ini hampir 14 tahun malang melintang di persebakbolaan Bandar lampung dan sekitarnya mulai dari pemain, official, pelatih, pengurus PSSI semua pernah dilakoninya.

Lahir 33 tahun yang silam di sebuah desa kecil 2 jam arah selatan kota solo penggemar berat klub raksasa italia AC Milan tak pernah menyangka jika nantinya sebagian hidupnya akan dihabiskan dibumi rua jurai, sejak kecil kecintaannya terhadap kulit bundar sudah terlihat, dikampungnya sebenarnya pemudanya lebih senang bermain bola volley dikarenakan memang tidak ada lap sepakbola, heru kecil harus menyebrang hutan jati untuk bermain sepakbola di desa tetangga.

Ketika umur 13 tahun awal jatuh hati dengan setan merah italia berawal walau ketika itu AC Milan kalah dari Ajax Amsterdam melalui goal Patrick kluivert heru sudah terlanjur jatuh cinta dengan klub ini, padahal dulu siaran bola tidak seruguler sekarang dan minim pemberitaan namun jodoh memang tidak dapat ditolak chemistry dengan paolo maldini cs seakan sudah menyatu erat dihatinya.

Meskipun penggemar AC Milan namun jersey pertamanya ternyata adalah Newcastle united baru kemudian opel putih Milan dan merah putih ajax Amsterdam ketiga nya hasil pemberian sepupunya agus sugiarto yang tinggal di Jakarta dan bermain untuk persikasi bekasi kala itu.

Selepas SMP heru memilih melanjutkan sekolah di Kota Solo dibandingkan di kampung halamanya disinilah awal kenapa heru sampai dibumi ruwa jurai , heru yang sebenarnya lebih memilih sekolah menengah umum terpaksa harus menempuh pendidikan di STM Negri 2 Solo setelah mendapat pengarahan dari sang ortu.




Di kota Solo heru lebih dapat menyalurkan hobinya terlebih dia tinggal di banyuanyar kelurahan yg mempunyai klub yg cukup terkenal PSB Banyuanyar dimana banyak pemain arseto solo berasal dari klub ini, selain bergabung dengan PSB Banyuanyar ditahun keduanya heru juga menimba ilmu di Arseto Junior yang kemudian berevolusi menjadi SSB Ksatria, pengalaman yg tak dilupakan kala itu ketika menimbu ilmu di SSB heru mendapat tugas menjadi ballboy pertandingan liga dunhil antara Arseto Solo yg masih diperkuat Agung Setyabudi, Rochy putiray, Samy pieters bertemu Persija Jakarta entah berawal darimana tiba tiba suasana menjadi kacau setelah terjadi keributan walau sempat terkepung dalam massa yg bertikai heru berhasil kembali ke mess dengan selamat.

Di kelas 3 heru pertama kali mendapat bayaran ketika bermain bola kala itu heru dapat tarkaman di boyolali satu stengah jam ke arah semarang saat itupun heru harus membolos dari sekolahnya utk bermain tarkam ini, dimasa itu stadion kebanggaan warga solo Manahan belum diresmikan namun setiap pulang sekolah heru dan kawan kawannya sudah mencicipi lapangan dikomplek stadion itu.

Kebetulan pada masa itu sepupunya ada yang bertugas di polresta solo samping stadion Manahan sehingga ketika akan pulang atau saat pergi sering mampi ke mess polisi, dari awalnya tidak kepikiran utk masuk polisi lambat laun herupun tergoda utk mencoba mendaftarnya, nasib baik ternyata menghampirinya hanya sekali test heru pun diterima, setelah menjalani pendidikan selama hampir 7 bulan di SPN Banyubiru heru mendapatkan penugasan di provinsi Lampung. 





Pertama yg ada dibenaknya lampung adalah gajah dan hutan, namun perlahan anggapan itu sirna ketika sudah tiba dikota bandarlampung tepatnya ditelukbetung, heru mendapat penugasan di mapolda dan tinggal kost dibelakang polda yg kebetulan waktu itu daerah itu sedang gila gilanya dengan bola yaa siapa yg tidak tahu Krakatau FC masa itu, tak lama heru pun bergabung dgn klub ini klub yg bertabur bintang, nurman, syawal, ihsan, toto, sona, gepeng adalah talent telent pada masa itu, tak sedikit trophy yg mereka raih pada rentang 2000 – 2006.

Kemudian heru mendapat tawaran bermain di klub peserta liga Bandar lampung PSGB (Generasi Baru) yg diperkuat legend PSBL abdul karim serta beberapa pemain papua seperti melkey pekey, setahun kemudian PSGB yg dibesut Faisal berubah nama menjadi PS Brimob, sayang ditahun berikutnya heru mendapat cidera yg cukup parah ketika pertandingan melawan ekabara di std way halim diguyur hujan heru harus bertabrakan dengan pemain lawan dan mengalami retak di bahu kanannya.

Absen selama setahun membuat tubuhnya yg dulu kurus perlahan mulai bertambah berat dan tambun, dan heru tiba tiba lebih focus menjadi pelatih, bersama duetnya kala itu ray wawan saiba heru membidani Krakatau junior team yang dirintis dari divisi dua hingga kelak promosi ke divisi satu dan divisi utama.

Angkatan pertama Krakatau waktu itu sekarang sudah ada yg menikah punya anak namun juga masih ada yg membujang, sebut saja anggie, bayu monyet, dedi victor dkk, di tahun ini Krakatau gagal promosi setelah kalah dari BMC Gading rejo yg diperkuat dedi hartono, ari fiki dkk, namun tangan dingin heru berbuah tahun depan kemudian promosi k div satu dan utama.

Dimasa melatih heru masih sempat bermain tarkam walau kadang kadang, labuhan maringgai, way jepara hingga bunga mayang lampung utara pernah disambanginya, utk kawasan local pun heru masih menorehkan prestasi, juara bersama junior Fc atau ketika all Krakatau final di lap china sumur batu.

Pada masa itu heru juga berperan dalam mengakusisi Pahoman United (PU) utk berganti nama menjadi PS Bhayangkara di divisi utama Liga Bandar lampung VII, kala itu heru menjadi official sedangkan pelatih dipegang herivianto bhayangkara banyak diperkuat pemain luar daerah seperti medan Jakarta dan bogor namun sayang dipartai final bhayangkara harus mengakui keunggulan PS PDAM Bandar lampung dengan skor 1-2. 




Sayang setelah libala VII berakir dualisme PSSI Pusat berpengaruh juga kedaerah banyak agenda daerah terbengkalai dan terpecah menjadi dua kubu, alhasil Libala gak jelas kabarnya dan akirnya berhenti, walau sekarang liga bergulir namun namanya sudah berubah menjadi liga pengcab kota balam, heru yg ketika itu dilantik oleh ketua PSSI Djohar Arifin lebih banyak menjauh dari hiruk pikuk konflik namun terus bermain bola menyalurkan hobinya, tercatat Muria FC, PS Kupang kota dan beberapa klub kecil pernah dibelanya.

Hingga akirnya heru bergabung dengan GB United adalah kubil yg mengajak pertama kali bergabung pada partai away ke lebak bulus gedung tataan heru langsung unjuk gigi dengan mencetak goal kemenangan atas tuan rumah, awalnya heru hanya ingin bermain fun dan enjoy main tanpa beban dan menjadi warga biasa namun lambat laun hal itu tidak sepenuhnya dia dapat, nalurinya berkata dia harus ada kontribusi buat team ini, team ini bisa semakin kompetitif dan berkembang jika dimanage dengan benar jadi adalah suatu hal yg salah jika sy hanya mengambil keuntungan tanpa harus ikut jerih payah diklub ini.




Namun sebenarnya heru agak canggung jika dipanggil coach diklub ini karena dia merasa minim memberikan kepelatihan disini kalau ada itupun hanya soal arahan lisan dan teriakan teriakan penyemangat walau tidak dipungkiri penyusunan line up pemain sekarang berada ditanganya.

Tak terasa ditahun ini adalah tahun ke 3 bersama GB united, walau sudah berkepala 3 heru masih mempunyai keinginan untuk bertahan diklub ini hingga akir kariernya kelak, dan sebenarnya ada satu hal lagi yg belum terpenuhi yaitu bermain untuk team desa nya dalam Pordes se Kecamatan di kampungnya, namun semakin bertambah usianya nampaknya keinginan itu harus dipendam dalam dalam, memang Nampak sebuah anomali.




Ditahun 2014 ini heru sudah memulai dengan apik 3 goal dan 3 goal dalam latihan serta 2 goal dan 1 assist dalam partai resmi, weekend ini adalah minggu kedua ditahun 2014 meski lutut kirinya dalam masalah namun keingginan utk membimbing junior juniornya di GB tak akan lekang oleh panas dan tak akan luntur oleh lumpur. *