Namun tak dipungkiri, masa-masa cuti membuatnya sempat grogi menghadapi laga perdananya setelah sekian lama absen, Pria makasar pengagum As Roma dan PSM Makassar ini bersedia meluangkan waktunya untuk berbagi cerita perihal cidera lama yang menimpanya, berikut petikan wawancara dengan ayah Azka Omar Aldren ini di Stadion Rawa Baru, Teluk Betung Selatan, 19 Januari lalu.
“Setelah lama tak bermain, tentunya saya merasa senang sekaligus grogi pada laga perdana, Tuntutan ingin bermain baik dan maksimal pun dirasakan seperti berjuang dari awal lagi, Jadi rasa deg-degan itu pasti ada, apalagi disaksikan oleh banyak orang yang mempunyai sebuah harapan yang sama dengan kita”.
Ada trik atau kiat-kiat untuk menjaga mental atau fisik karena tidak diturunkan selama satu musim terakhir ini?
“Saya rasa hal itu setiap pemain punya cara sendiri, Hanya saja, saya menekankan pada diri saya jika tuntutan sebagai pemain harus dibuktikan dengan selalu siap saat diminta untuk bermain. Maka bermain sebaik mungkin adalah harga mati, rasa grogi akan hilang sendirinya”
Sebagai pemain yang punya pengalaman di posisi belakang, apa yang harus dilakukan pemain agar tidak terus grogi?
“Setiap pemain yang baru kembali dari cidera biasanya mempunyai perasaan trauma, cukup nikmati pertandingan dan percaya dengan kemampuan”
Apa motivasi terbesar yang didapatkan, sehingga dapat bermain cukup gemilang pada partai come back anda ?
“GB United! Kenapa?, karena nama itu yang telah membuat saya seperti ini. Tim ini adalah kebanggaan banyak orang, khususnya orang Bandar Lampung. Sebagai pemain GB saya harus menjaga kepercayaan pelatih dan semua pemain”.
